Stopping Volume
Stopping Volume adalah kemunculan volume besar pada candle penurunan yang berhasil menahan laju kejatuhan harga.
Dalam analisis Wyckoff dan Price Action, Stopping Volume (Volume Pengereman) mengacu pada fenomena di mana volume transaksi besar masuk saat harga sedang jatuh, sehingga laju kejatuhan harga terhenti.
Sesuai namanya, fungsi utama dari Stopping Volume adalah bertindak sebagai rem darurat yang menghentikan kejatuhan tren penurunan.
Cara Kerja Stopping Volume
Ketika saham sedang mengalami pergerakan turun, pergerakan tersebut didorong oleh dominasi tekanan jual.
Saat Stopping Volume terjadi:
- Harga mencoba melanjutkan penurunan ke level terendah baru.
- Namun di tingkat harga tersebut, muncul jaring permintaan beli institusi yang begitu tebal.
- Transaksi terjadi dalam volume lot yang sangat besar, menyerap seluruh dorongan jual.
- Akibat penyerapan tersebut, penurunan harga terhenti dan candle ditutup dengan badan sempit atau ekor penolakan bawah.
Perbedaan Stopping Volume dan Selling Climax
Meskipun keduanya menunjukkan pembeli yang masuk menahan penurunan:
- Selling Climax: merupakan puncak kepanikan pasar di mana volatilitas dan volume berada pada titik ekstrem, sering kali menghasilkan pemulihan V-shape instan.
- Stopping Volume: dapat terjadi secara bertahap selama beberapa hari saat harga memasuki zona akumulasi. Volume besar berhasil menahan penurunan harga agar tidak jatuh lebih dalam.
Konfirmasi Pengereman Tren
Kemunculan Stopping Volume memperlihatkan bahwa pembeli institusi telah menganggap harga saat ini menarik untuk dipertahankan. Hal ini kerap menjadi pertanda awal mulanya fase konsolidasi atau akumulasi baru.
Saham TLKM turun tajam dari Rp 4.000 ke Rp 3.600. Di kisaran Rp 3.600, candle harian tetap bergerak turun tipis 10 rupiah, namun volume perdagangan melonjak tinggi menjadi 1,2 juta lot (2x rata-rata). Meskipun volumenya besar, harga tidak jatuh lebih jauh dan tertahan ketat di Rp 3.600. Ini adalah Stopping Volume. Dua minggu kemudian, TLKM berkonsolidasi dan mulai merangkak naik menuju Rp 3.850.
Ringkasan
- Stopping Volume terjadi ketika volume besar masuk menahan kejatuhan harga di akhir penurunan.
- Menggambarkan aksi penyerapan pasokan jual oleh minat beli institusi yang tebal.
- Ditandai oleh volume yang melonjak tinggi namun jangkauan penurunan candle justru menyempit atau tertahan.
- Berfungsi sebagai rem penahan penurunan sebelum pasar memasuki fase konsolidasi atau akumulasi.
Uji Pemahaman Singkat
1.Apakah fenomena yang ditunjukkan oleh konsep Stopping Volume pada analisis grafik saham?
2.Mengapa pada Stopping Volume harga tidak jatuh lebih dalam padahal volume transaksinya sangat besar?