Studi Kasus Historis BEI
Pelajari bagaimana teori Price Action, Volume Analysis, dan Broker Summary bekerja pada peristiwa penting sejarah Bursa Efek Indonesia. Diperbarui dengan grafik data dan indikator visual.
1. IHSG Crash & Reversal Covid-19 (Maret 2020)
Studi Kasus Selling Climax, Kepanikan Pasar, dan Pemulihan V-Shape
Awal pandemi Covid-19 memicu kepanikan masif yang menjatuhkan IHSG dari 6.300 ke 3.937 (-37.5%) dalam waktu kurang dari dua bulan. Namun pada titik terendah 3.937 terjadi Selling Climax raksasa di mana institusi menyerap seluruh penjualan panik ritel, memulai fase pemulihan terbesar dalam dekade ini.
Pergerakan IHSG (Januari - Desember 2020)
Perhatikan lonjakan volume saat Selling Climax di bulan Maret di kisaran 3.937
- Selling Climax ditandai oleh lonjakan volume ekstrem saat harga jatuh di titik terendah.
- Kepanikan ritel saat crash sering kali menjadi area penyerapan harga murah bagi institusi besar.
- Reversal yang sah dikonfirmasi oleh pembentukan Higher Low pertama di atas titik 3.937.
2. Fenomena IPO & Lock-Up Expiry GOTO (2022)
Studi Kasus Microstructure Pasar, Pasokan Masif, dan Distribusi Broker Summary
GOTO melantai di BEI pada April 2022 dengan valuasi mendekati Rp 400 triliun di harga IPO Rp 338. Saat masa lock-up saham investor awal berakhir pada November 2022, terjadi pelepasan pasokan raksasa (puluhan miliar lembar) yang memicu pergerakan ARB (Auto Rejection Bawah) beruntun hingga harga menyentuh Rp 80–Rp 90.
Tren Pergerakan Saham GOTO (April - Desember 2022)
Perhatikan pergeseran tren saat fase Lock-Up Expiry di bulan November 2022
- Pasokan lot yang terlalu besar tanpa didukung penyerapan pembeli sepadan akan menekan harga.
- Broker Summary memperlihatkan distribusi bersih dari institusi pendiri ke pasar pasca lockup.
- Valuasi dan likuiditas harus dihitung bersamaan dengan struktur kepemilikan saham beredar.
3. Akumulasi Asing & Stock Split BBCA (2021–2023)
Studi Kasus Tren Kenaikan Jangka Panjang, Foreign Flow, dan Stock Split 1:5
BBCA melakukan aksi korporasi Stock Split dengan rasio 1:5 pada Oktober 2021 untuk meningkatkan likuiditas retail. Diiringi oleh Foreign Net Buy bernilai belasan triliun rupiah secara konsisten, BBCA mencatatkan pola Higher High dan Higher Low bersih yang membawa nilainya dari penyesuaian Rp 6.000 ke rekor baru Rp 10.000+.
Tren Saham BBCA Terpenyesuaian (2021 - 2023)
Perhatikan konsistensi harga bergerak di atas SMA 20 diiringi Foreign Net Buy
- Aliran dana asing (Foreign Flow) yang konsisten menjadi mesin pendorong saham Big Caps.
- Stock split meningkatkan aksesibilitas ritel tanpa mengubah nilai fundamental ekuitas.
- Struktur Higher High dan Higher Low memberikan zona entry risiko terukur sepanjang tren.
Siap Menerapkan Teori ke Praktik Real?
Gunakan pengetahuan dari studi kasus di atas untuk membaca struktur pergerakan saham lain melalui modul pembelajaran interaktif Kertas.