Kertas
7m

Kamus Lengkap Pasar Modal Indonesia

Panduan istilah dan bahasa slang trader bursa efek Indonesia. Dari HAKI, Bandar, hingga Arbiter, semuanya ada di sini.

Dunia pasar modal memiliki bahasanya sendiri. Memahami bahasa ini adalah syarat mutlak agar Anda tidak tersesat saat berdiskusi di forum, membaca berita ekonomi, atau menganalisis laporan pialang. Berikut adalah kamus komprehensif istilah teknis dan bahasa jalanan (Slang) yang paling sering dipakai di Bursa Efek Indonesia.

A

  • Arah (Auto Reject Atas): Batas maksimal kenaikan harga saham dalam satu hari perdagangan yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia. Jika menyentuh ARA, saham tidak bisa naik lagi hari itu.
  • ARB (Auto Reject Bawah): Batas maksimal penurunan harga saham dalam satu hari.
  • Akumulasi (Accumulation): Proses di mana investor besar (Smart Money) diam-diam membeli dan mengumpulkan saham secara perlahan di harga bawah tanpa membuat harga melonjak.
  • All Time High (ATH): Titik harga tertinggi sepanjang sejarah yang pernah dicapai oleh sebuah saham sejak ia IPO.
  • Angsa Hitam (Black Swan): Peristiwa krisis besar yang terjadi secara sangat mendadak, tidak pernah diprediksi sebelumnya, dan menghancurkan pasar (Contoh: Pandemi Covid-19, Perang dadakan).

B

  • Bandar (Market Maker): Pihak atau institusi bermodal sangat raksasa yang memiliki kemampuan (uang dan barang) untuk menggerakkan dan memanipulasi arah harga sebuah saham.
  • Bagger: Saham yang memberikan keuntungan 100% dari harga beli. Jika untung 1.000%, disebut Tenbagger.
  • Blue Chip (Saham Lapis Satu): Saham dari perusahaan raksasa yang fundamentalnya sangat kuat, keuntungannya stabil, dan kapitalisasi pasarnya (Market Cap) paling besar di bursa (Contoh: BBCA, BBRI, TLKM).
  • Bull Market: Kondisi pasar yang sedang dalam tren naik optimis dan terus mencetak titik tertinggi baru. (Berlawanan dengan Bear Market / Tren Turun).
  • Buy on Weakness (BoW): Strategi membeli saham saat harga sedang terkoreksi turun (melemah sementara) menyentuh level Support-nya.

C

  • Capital Gain: Keuntungan dari selisih harga beli yang lebih murah dengan harga jual yang lebih mahal.
  • Capital Outflow: Arus keluarnya dana asing secara besar-besaran dari bursa saham (dijual/ditarik) untuk dipindahkan ke instrumen atau negara lain.
  • Cut Loss: Tindakan menjual saham dalam posisi rugi untuk memotong kerugian agar tidak semakin membengkak.
  • Corporate Action (Aksi Korporasi): Tindakan perusahaan yang secara langsung mempengaruhi jumlah atau harga saham beredar (Contoh: Dividen, Right Issue, Stock Split).

D

  • Delisting: Penghapusan paksa atau sukarela sebuah perusahaan dari Bursa Efek, sehingga sahamnya tidak bisa lagi diperdagangkan.
  • Dovish: Sikap Bank Sentral yang cenderung ingin menurunkan suku bunga untuk merangsang ekonomi (biasanya sangat positif untuk saham).
  • Dividen: Pembagian sebagian keuntungan (Laba Bersih) perusahaan secara tunai kepada para pemegang sahamnya.
  • Dividend Trap: Jebakan di mana harga saham langsung anjlok parah (ARB) tepat sehari sesudah pencatatan pembagian dividen (Ex-Date), menjebak pemula yang hanya memburu dividen sesaat.

F

  • FOMO (Fear of Missing Out): Rasa panik dan takut tertinggal keuntungan saat melihat sebuah saham terbang tinggi, sehingga memaksa seseorang membeli secara membabi buta di pucuk harga tertinggi.
  • FUD (Fear, Uncertainty, Doubt): Taktik menyebarkan berita buruk (hoaks/isu negatif) untuk menciptakan kepanikan agar harga saham jatuh, dan pihak penyebar FUD bisa membelinya di harga murah.
  • Fundamental: Analisis yang murni didasarkan pada kesehatan keuangan, neraca, laba rugi, dan manajemen perusahaan, tanpa melihat grafik harga.

G

  • Gap Up / Gap Down: Ruang kosong pada grafik (Chart) di mana harga saham tiba-tiba melompat naik tinggi atau jatuh tajam saat pembukaan bursa, tanpa melewati harga-harga di tengahnya.
  • Gorengan (Saham Lapis Tiga): Saham dari perusahaan berfundamental buruk, berkapitalisasi sangat kecil, yang harganya dimanipulasi secara ekstrem oleh Bandar untuk memancing ritel.

H

  • Hajar Kanan (HK): Membeli saham menggunakan instruksi Market Order (langsung membeli di harga penjual terdekat/Offer di lajur kanan aplikasi) agar barang pasti didapat.
  • Hajar Kiri (HAKI): Menjual saham menggunakan Market Order (membanting langsung ke harga pembeli terdekat/Bid di lajur kiri) untuk keluar secara darurat dan cepat.
  • Hawkish: Sikap Bank Sentral yang agresif ingin menaikkan suku bunga untuk memerangi inflasi (biasanya menjadi sentimen negatif perontok bursa saham).
  • Hedging (Lindung Nilai): Strategi membeli aset yang berlawanan arah (korelasi negatif) sebagai asuransi pelindung jika saham utama mengalami kerugian (Contoh: Membeli Emas di saat krisis saham).

L

  • Laggard: Saham yang pergerakan naiknya sangat lambat dan tertinggal jauh di belakang saham-saham lain di sektor yang sama.
  • Likuiditas: Ukuran seberapa mudah dan cepat Anda bisa membeli atau menjual sebuah saham tanpa merusak harga aslinya. (Saham likuid adalah saham yang transaksinya ramai setiap detik).
  • Lot: Satuan hitungan wajib dalam jual-beli saham di Indonesia. 1 Lot setara dengan 100 lembar saham.

N

  • Nyangkut: Posisi menyedihkan di mana Anda memegang saham yang harganya sudah jatuh sangat dalam, Anda enggan men-cutloss-nya, dan uang Anda membeku (Floating Loss) tidak bisa digunakan untuk apa-apa.

P

  • Portfolio: Keranjang atau kumpulan dari seluruh aset (saham, reksa dana, obligasi) yang Anda miliki.
  • Price to Earning Ratio (PER): Metrik valuasi fundamental yang membandingkan Harga Saham terhadap Laba Bersih per Lembar. Sering digunakan untuk menilai apakah saham tersebut sedang 'Murah' atau 'Mahal'.
  • Priced In: Reaksi pasar di mana harga saham sudah jatuh (atau naik) jauh-jauh hari sebelum beritanya resmi keluar, karena investor sudah menebak masa depan. Saat berita resminya tayang, harga malah bergerak berlawanan.

R

  • Resistance: Atap gaib di grafik harga. Titik psikologis harga di atas yang sangat susah ditembus karena di titik itu selalu banyak orang yang berjualan.
  • Rights Issue (HMETD): Aksi perusahaan menerbitkan lembar saham baru untuk meminta tambahan modal dari pemegang saham lamanya.
  • Risk to Reward Ratio (RRR): Perbandingan batas uang yang rela Anda hilangkan (Stop Loss) berbanding batas uang yang akan Anda hasilkan (Take Profit).

S

  • Scalping: Gaya trading super cepat, di mana pelakunya mencari keuntungan sangat kecil (hanya 1% atau 2%) namun dilakukan secara terus-menerus dalam hitungan detik atau menit sepanjang hari.
  • Support: Lantai gaib di grafik harga. Titik psikologis harga di bawah yang sangat susah ditembus karena di titik itu selalu banyak orang yang langsung antre memborong barang.
  • Suspend (Suspensi): Penghentian paksa perdagangan suatu saham oleh BEI akibat pergerakan harga yang terlalu gila (UMA), gagal bayar, atau tidak merilis laporan keuangan.
  • Swing Trading: Gaya investasi jangka menengah (menahan saham harian hingga mingguan/bulanan) yang bertujuan memakan satu gelombang ombak (Swing) dari lembah (Support) hingga ke puncak bukitnya (Resistance).

T

  • Take Profit (TP): Mengeksekusi penjualan saham pada saat posisinya sedang untung untuk mengamankan uang tersebut masuk kembali ke kas.
  • Trailing Stop: Fitur Auto-Order di mana batas jual perlindungan (Stop Loss) akan terus ikut naik mengikuti lonjakan harga saham (mengamankan cuan), dan langsung menembak jual jika saham patah arah.
  • Turnaround: Perusahaan yang sebelumnya nyaris bangkrut dan selalu rugi, kemudian direstrukturisasi dan kembali mencetak laba bersih yang meledak besar.

V

  • Value Investing: Mazhab investasi yang diajarkan Warren Buffett. Membeli perusahaan fantastis dengan neraca sehat pada saat harganya sedang terdiskon sangat murah dan menahannya selama bertahun-tahun.
  • Volatilitas: Tingkat keliaren harga. Seberapa cepat harga sebuah saham bergerak berayun naik turun secara ekstrem dalam satu rentang waktu.

Uji Pemahaman Singkat

1.Dalam bahasa gaul (slang) trader di Indonesia, apa yang dimaksud dengan istilah 'Hajar Kanan' (HK)?