Foreign Flow (Aliran Dana Asing)
Foreign Flow mengukur pergerakan masuk dan keluar dana investor asing (Foreign Net Buy / Net Sell) di BEI.
Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah salah satu pasar berkembang (emerging market) di mana pengaruh aliran dana investor asing (Foreign Flow) memiliki peranan yang sangat signifikan terhadap pergerakan indeks IHSG dan saham-saham berkapitalisasi besar (Big Caps).
Menganalisis Foreign Flow membantu investor mengidentifikasi arah aliran dana internasional di Indonesia.
Menghitung Foreign Net Buy dan Foreign Net Sell
BEI secara resmi menerbitkan data akumulasi transaksi investor asing setiap hari:
- Foreign Net Buy (FNB): terjadi jika total nilai pembelian investor asing lebih besar dari total penjualan asing. Menandakan adanya aliran modal masuk (capital inflow).
- Foreign Net Sell (FNS): terjadi jika total nilai penjualan investor asing lebih besar dari total pembelian asing. Menandakan adanya aliran modal keluar (capital outflow).
Pengaruh Foreign Flow pada Saham Kapitalisasi Besar
Aliran dana asing memiliki dampak terbesar pada saham-saham perbankan besar dan penggerak utama IHSG (seperti BBCA, BBRI, BMRI, BBNI, TLKM, ASII):
- Penggerak Tren Utama: saham Big Caps cenderung mengalami kenaikan berlanjut saat Foreign Net Buy terjadi secara konsisten selama beberapa minggu.
- Dampak Nilai Tukar: Foreign Flow sering kali berkorelasi erat dengan penguatan atau pelemahan nilai tukar Rupiah (IDR) terhadap Dolar AS (USD).
Saham Big Caps vs Saham Lapis Tiga
Foreign Flow sangat efektif digunakan untuk menganalisis saham-saham indeks LQ45 / Big Caps. Namun untuk saham-saham lapis tiga (Small Caps), indikator Foreign Flow kurang relevan karena penggerak utamanya adalah institusi domestik atau partisipan lokal.
Sepanjang kuartal pertama, investor asing mencatatkan akumulasi Foreign Net Buy sebesar Rp 4,5 triliun pada saham BBCA. Selama periode akumulasi tersebut, harga saham BBCA naik dari Rp 8.800 hingga mencatatkan rekor tertinggi baru di Rp 10.100. Pergerakan konsisten aliran dana asing menjadi mesin pendorong utama tren kenaikan tersebut.
Ringkasan
- Foreign Flow mengukur transaksi bersih masuk (Net Buy) atau keluar (Net Sell) dari investor asing di BEI.
- Foreign Net Buy menandakan capital inflow yang mendorong kenaikan saham kapitalisasi besar.
- Foreign Net Sell menandakan capital outflow yang dapat menekan pergerakan IHSG.
- Sangat relevan untuk saham Big Caps perbankan dan indeks LQ45, namun kurang relevan untuk saham lapis tiga.
Uji Pemahaman Singkat
1.Apakah makna dari data akumulasi 'Foreign Net Buy' sebesar Rp 500 miliar pada bursa efek hari ini?
2.Pada kelompok saham manakah analisis Foreign Flow memberikan tingkat akurasi dan efektivitas tertinggi?