Kertas
4m

Fase Mark-down (Penurunan Harga)

Fase penjatuhan harga masif oleh Smart Money setelah berakhirnya tahap distribusi.

Fase Mark-down adalah tahap akhir dalam siklus pasar Smart Money di mana harga saham dijatuhkan secara signifikan setelah proses distribusi selesai dilakukan di area puncak.

Pada fase ini, pemodal besar telah mengosongkan porsi kepemilikan saham mereka. Pasar ditinggalkan tanpa penopang likuiditas beli dari institusi, sehingga gelombang penjualan dari investor ritel yang panik membuat harga jatuh bebas dengan sangat cepat.

Karakteristik Fase Mark-down

Fase Mark-down memiliki pola pergerakan visual sebagai berikut:

  • Breakdown Ber-volume Tinggi: Penurunan diawali oleh penembusan konklusif di bawah lantai support fase distribusi.
  • Pembentukan Struktur Lower High & Lower Low: Harga terus mencetak kenaikan sementara yang semakin rendah (Lower High) dan penurunan terendah baru (Lower Low).
  • Pergerakan Turun Sangat Cepat: Penurunan harga pada Mark-down sering kali berlangsung jauh lebih cepat dibanding kenaikan pada Mark-up, dipicu oleh kepanikan (Panic Selling).
  • Ketiadaan Support Asli: Setiap kali terjadi rebound kecil, kenaikan tersebut dipatahkan oleh gelombang penjualan baru dari para pemegang saham yang terjebak merugi.
Memuat diagram...
GOTO

Visualisasi Fase Mark-down Beruntun (Saham GOTO)

Perhatikan penurunan tajam pasca breakdown support Rp 100 yang mencetak Lower Low beruntun

688193106118Bulan 1Bulan 2Bulan 3Bulan 4Bulan 5Bulan 6
Garis Resistance Utama Mark-down
Volume Transaksi (Lot)Hijau: Beli Dominan | Merah: Jual Dominan

Bahaya Menerobos Pisau Jatuh (Falling Knife)

Mencoba membeli saham di tengah-tengah fase Mark-down hanya karena harganya terlihat "sudah murah" adalah salah satu penyebab utama kehancuran modal investor ritel. Tunggu hingga grafik membentuk struktur akumulasi baru yang terkonfirmasi.

Fase Mark-down Saham Sektor TeknologiData Historis BEI

Setelah menyelesaikan fase distribusi di kisaran harga Rp 115–Rp 125, saham teknologi di BEI mengalami penembusan lantai support Rp 100.

Seketika itu juga, harga memasuki fase Mark-down yang agresif. Saham tersebut terus turun mencatatkan Lower Low dari Rp 100 ke Rp 80, lalu ke Rp 60 dalam beberapa bulan. Tidak ada penopang beli institusi hingga saham tersebut akhirnya menyentuh area dasar konsolidasi baru.

Ringkasan

  • Mark-down adalah fase penjatuhan harga saham setelah fase distribusi selesai di puncak.
  • Terjadi karena ketiadaan penopang beli institusi dan dipicu oleh kepanikan pelepasan posisi ritel.
  • Dicirikan oleh struktur Lower High & Lower Low serta penembusan support secara masif.
  • Menjadi fase paling berbahaya; hindari membeli saham sebelum struktur akumulasi baru terbentuk.

Uji Pemahaman Singkat

1.Apakah faktor utama yang menyebabkan penurunan harga berlangsung sangat cepat pada fase Mark-down?

2.Mengapa istilah 'Catching a Falling Knife' (menangkap pisau jatuh) sering dikaitkan dengan aksi beli di fase Mark-down?