Sign of Strength (SOS) & LPS
Menganalisis sinyal Sign of Strength (SOS) dan Last Point of Support (LPS) sebagai bukti kekuatan pembeli.
Dalam analisis Wyckoff, Sign of Strength (SOS) adalah pergerakan kenaikan harga yang menunjukkan dominasi mutlak kekuatan pembeli (demand) mengalahkan kekuatan penjual (supply).
SOS biasanya muncul di Phase D skema akumulasi dalam bentuk kenaikan tajam ber-volume tinggi yang berhasil menembus batas atas Trading Range.
Karakteristik Sign of Strength (SOS)
Suatu pergerakan kenaikan dikategorikan sebagai SOS jika memenuhi kriteria berikut:
- Candle Hijau Tebal: Pergerakan diiringi oleh jangkauan badan candle yang lebar (wide spread).
- Lonjakan Volume Transaksi: Volume perdagangan meningkat signifikan di atas rata-rata harian, mengonfirmasi partisipasi institusi.
- Penembusan Resistance: Harga berhasil ditutup solid di atas titik Automatic Rally (AR) atau titik tinggi konsolidasi.
Pasangan SOS: Last Point of Support (LPS)
Setelah SOS terjadi, harga hampir selalu mengalami koreksi teknis pendek yang dinamakan Last Point of Support (LPS).
LPS terjadi karena sebagian pelaku pasar melakukan aksi profit taking singkat. Namun berbeda dengan koreksi biasa, pada LPS volume transaksi menyusut tajam (Dry Volume), mengonfirmasi bahwa penjual tidak memiliki kekuatan untuk mengembalikan harga ke dalam range dasar.
Visualisasi SOS & LPS pada Saham BMRI
Candle 3 (SOS Marubozu) menembus resistance, disusul candle 4 (LPS Retest ber-volume sepi)
Strategi Entry di Area LPS
Penempatan order beli di titik Last Point of Support (LPS) memberikan kombinasi rasio Risk-to-Reward paling aman karena posisi terlindungi oleh level support baru yang didukung bukti SOS.
Saham BMRI berkonsolidasi di bawah Rp 6.400. Pada hari ke-3, BMRI melesat naik ditutup di Rp 6.650 dengan volume 390.000 lot. Ini adalah sinyal Sign of Strength (SOS).
Hari ke-4, BMRI mengalami koreksi dangkal ke Rp 6.520 dengan volume transaksi yang sangat sepi (hanya 88.000 lot). Koreksi sepi ini mengonfirmasi Last Point of Support (LPS). Dua sesi berikutnya BMRI terbang menembus Rp 7.050.
Ringkasan
- Sign of Strength (SOS) adalah bukti visual pembeli mendominasi pasar menembus resistance.
- Diiringi candle hijau tebal dan lonjakan volume transaksi masif.
- Last Point of Support (LPS) adalah koreksi dangkal ber-volume sepi pasca SOS.
- LPS menyediakan area masuk posisi paling terukur sebelum tren naik bebas berlanjut.
Uji Pemahaman Singkat
1.Apakah dua ciri utama pada grafik harga dan volume yang mengonfirmasi terjadinya sinyal Sign of Strength (SOS)?
2.Manakah ciri-ciri volume transaksi yang membedakan Last Point of Support (LPS) dari penurunan harga berbahaya?