Kertas
4m

Sign of Weakness (SOW) & LPSY

Menganalisis sinyal Sign of Weakness (SOW) dan Last Point of Supply (LPSY) sebagai bukti dominasi tekanan jual.

Kebalikan dari SOS, Sign of Weakness (SOW) adalah pergerakan penurunan harga yang mengonfirmasi bahwa penjual (supply) telah mengambil kendali penuh dari pembeli (demand).

SOW umumnya muncul pada Phase D skema distribusi dalam bentuk penurunan tajam ber-volume besar yang menembus lantai support Trading Range puncak.

Karakteristik Sign of Weakness (SOW)

Peristiwa SOW dicirikan oleh elemen-elemen berikut:

  1. Candle Merah Tebal: Jangkauan penurunan badan candle sangat lebar (wide spread down).
  2. Lonjakan Volume Penjualan: Volume transaksi membengkak tinggi, mengonfirmasi aksi distribusi masif dari institusi.
  3. Penembusan Floor Support: Harga ditutup secara solid di bawah lantai support konsolidasi puncak.

Pasangan SOW: Last Point of Supply (LPSY)

Setelah SOW terjadi, harga biasanya mengalami pergerakan rebound naik sementara yang dinamakan Last Point of Supply (LPSY).

LPSY terjadi saat pembeli ritel mencoba mendorong harga naik kembali. Namun karena institusi tidak lagi membeli, kenaikan LPSY berlangsung dengan volume transaksi yang sangat sepi (Dry Volume), sebelum akhirnya ditiup kembali oleh gelombang penurunan baru.

Memuat diagram...
GOTO

Visualisasi SOW & LPSY pada Saham GOTO

Candle 3 (SOW Marubozu Merah) menembus support Rp 100, disusul candle 4 (LPSY Rebound Vol Tipis)

758494103112Hari 1Hari 2Hari 3Hari 4Hari 5Hari 6
Lantai Support Lama Rp 100
Resistance LPSY Baru Rp 96
Volume Transaksi (Lot)Hijau: Beli Dominan | Merah: Jual Dominan

Sinyal Keluar Posisi Terakhir

Munculnya sinyal Last Point of Supply (LPSY) adalah kesempatan terakhir bagi investor untuk melakukan pelepasan posisi (Exit Strategy) sebelum harga jatuh lebih dalam pada fase Mark-down.

Penerapan SOW & LPSY pada Saham GOTOData Historis BEI

Saham GOTO berkonsolidasi di atas support Rp 100. Pada hari ke-3, GOTO anjlok keras ditutup di Rp 91 dengan volume raksasa 950.000 lot. Ini adalah Sign of Weakness (SOW).

Hari ke-4, GOTO mengalami rebound naik ke Rp 95 namun dengan volume yang sangat sepi (hanya 140.000 lot). Kenaikan sepi ini mengonfirmasi Last Point of Supply (LPSY), dan sesi berikutnya GOTO terjun bebas ke Rp 83.

Ringkasan

  • Sign of Weakness (SOW) mengonfirmasi dominasi tekanan jual menembus lantai support.
  • Diiringi candle merah tebal dan lonjakan volume penjualan masif.
  • Last Point of Supply (LPSY) adalah rebound naik sementara ber-volume sepi pasca SOW.
  • LPSY memberikan area penyesuaian posisi keluar (Exit Strategy) terakhir sebelum tren penurunan berlanjut.

Uji Pemahaman Singkat

1.Apakah indikasi utama dari terjadinya peristiwa Sign of Weakness (SOW) pada skema Distribusi Wyckoff?

2.Apakah ciri utama pergerakan Last Point of Supply (LPSY) yang membedakannya dari pergerakan pemulihan asli?