Buta Karena Jatuh Cinta (Confirmation Bias)
Penyakit psikologis yang membuat Anda hanya mau membaca berita bagus dan mengabaikan fakta bahwa perusahaan Anda sedang sekarat.
Saat Anda sudah terlanjur membeli saham sebuah perusahaan dalam jumlah besar, secara tidak sadar Anda telah membangun ikatan batin dengan perusahaan tersebut. Anda ingin (dan butuh) perusahaan itu sukses agar Anda bisa untung.
Ikatan emosional ini memicu penyakit mental yang disebut Confirmation Bias (Bias Konfirmasi). Ini adalah kecenderungan otak untuk hanya mencari, mempercayai, dan mengingat informasi yang mendukung pendapat pribadi Anda, sambil secara agresif menolak atau mencari-cari alasan untuk mengabaikan fakta yang bertentangan dengan harapan Anda.
Gejala Confirmation Bias di Bursa
Sangat mudah mendeteksi trader yang sedang menderita bias konfirmasi. Perilaku mereka mirip dengan pendukung fanatik politik.
Misalnya Anda nyangkut (rugi besar) di saham emiten telekomunikasi (TLKM) yang harganya terus turun. Lalu, keluarlah laporan keuangan kuartal terbaru: Laba bersih TLKM hancur anjlok 30% karena kalah saing. Jika Anda objektif, Anda akan berkata: "Bisnisnya melemah, saatnya jual sahamnya."
Namun karena Anda menderita Confirmation Bias, Anda akan membela perusahaan tersebut mati-matian: "Ah, laba turun 30% itu wajar karena lagi pandemi. Lagipula, mereka baru saja menang tender kecil di desa kemarin. Fundamentalnya masih sangat solid kok, ini cuma permainan bandar saja menjatuhkan harga!"
Anda mengabaikan "fakta raksasa" (laba anjlok 30%), dan malah fokus mencari "berita remeh" (menang tender kecil) demi melegakan hati Anda sendiri.
Confirmation Bias paling parah sering terjadi di dalam grup WhatsApp atau Telegram khusus pemegang saham tertentu.
Ketika harga saham pujaan mereka anjlok, semua anggota grup akan saling menenangkan dan membagikan potongan-potongan berita positif (meskipun itu berita basi tahun lalu). Jika ada anggota grup yang membagikan analisis rasional bahwa perusahaan sedang bermasalah dan menyarankan Cut Loss, anggota itu pasti akan di-bully dan ditendang keluar dari grup karena dianggap "menebar FUD". Mereka memilih buta bersama daripada menerima kebenaran yang menyakitkan.
Obat Pahit Sang Analis
Untuk menjadi investor hebat, Anda harus melatih diri Anda menjadi seorang jaksa penuntut yang kejam terhadap saham Anda sendiri.
Setiap kali Anda tertarik pada sebuah saham dan menemukan 3 alasan bagus untuk membelinya, paksakan diri Anda untuk Googling dan mencari 3 alasan terburuk mengapa perusahaan itu bisa bangkrut besok pagi. Bacalah analisis dari sekuritas yang memberikan rating "Sell" (Jual) pada saham Anda, bukan hanya membaca analisis sekuritas yang menyuruh beli.
Jika Anda tidak bisa menghadapi kritik dan berita buruk tentang saham Anda, Anda belum siap berinvestasi.
Ringkasan
- Confirmation Bias adalah penyakit yang membuat Anda hanya mau mendengar informasi yang sesuai dengan keinginan hati (menolak realita buruk).
- Membuat trader terjebak mencintai sahamnya (fall in love with a stock) dan mencari-cari alasan pembenaran saat fundamental perusahaan hancur.
- Forum saham di media sosial sering kali memperparah penyakit ini dengan menciptakan "ruang gema" (echo chamber) yang saling membenarkan.
- Obat terbaiknya adalah memaksa diri Anda secara aktif mencari opini lawan (opini pesimis) sebelum mengambil keputusan besar.
Uji Pemahaman Singkat
1.Seorang investor menolak menjual sahamnya yang laporan keuangannya merugi besar, dengan alasan ia baru saja membaca sebuah artikel blog usang yang memuji CEO perusahaan tersebut. Cacat logika apakah yang sedang ia praktikkan?