Kertas
4m

Hammer & Inverted Hammer

Hammer adalah pola tunggal pembalikan arah naik yang terbentuk di dasar penurunan, ditandai oleh ekor bawah yang panjang.

Ketika harga saham sedang turun lalu muncul satu candlestick dengan badan kecil di bagian atas dan ekor bawah yang panjang, kamu sedang melihat pola Hammer.

Bentuknya menyerupai martil: ekor bawah mewakili gagang dan body kecil mewakili kepala martil. Pola ini menandakan bahwa pembeli mulai mengambil alih kendali setelah fase penurunan.

Anatomi Pola Hammer

Hammer yang valid memiliki kriteria fisik sebagai berikut:

  • Body Kecil: terletak di ujung atas jangkauan pergerakan harian. Warna body bisa hijau maupun merah, namun body hijau mencerminkan dorongan pembeli yang lebih kuat.
  • Ekor Bawah Panjang: panjang ekor bawah minimal dua hingga tiga kali ukuran panjang body-nya.
  • Ekor Atas Sangat Pendek: atau bahkan tidak memiliki ekor atas sama sekali.

Ekor bawah yang panjang menceritakan sebuah kisah: penjual sempat menekan harga turun tajam, namun pembeli merespons dengan melakukan pembelian masif hingga harga terangkat kembali mendekati atau melewati harga pembukaan.

Inverted Hammer (Martil Terbalik)

Pola saudara dari Hammer adalah Inverted Hammer. Pola ini juga muncul di dasar penurunan, namun memiliki ekor atas yang panjang (minimal dua kali ukuran body) dan ekor bawah yang sangat pendek.

Inverted Hammer memperlihatkan bahwa pembeli sempat mencoba mendorong harga naik tinggi. Walau harga sempat tertahan di akhir sesi, percobaan kenaikan tersebut menandai awal munculnya minat beli di pasar.

BBRI

Pola Hammer pada Support (Saham BBRI)

Perhatikan candle ke-4 (Hammer): ekor bawah panjang menolak penurunan di Rp 4.300, disusul candle konfirmasi naik

4.2504.3434.4354.5284.620Hari 1Hari 2Hari 3Hari 4Hari 5Hari 6
Fase Penurunan
Reversal Naik
Volume Transaksi (Lot)Hijau: Beli Dominan | Merah: Jual Dominan

Konfirmasi Candle Berikutnya

Jangan langsung membeli hanya berdasarkan satu pola Hammer. Tunggu konfirmasi dari candle hari berikutnya. Jika candle berikutnya ditutup di atas harga tertinggi Hammer, probabilitas sinyal pembalikan naik jauh lebih tinggi.

Hammer pada Support Saham BBRIData Perdagangan BEI

Saham BBRI mengalami koreksi dari Rp 4.800 hingga menyentuh area support Rp 4.300. Di level Rp 4.300, terbentuk pola Hammer hijau dengan ekor bawah sepanjang 120 rupiah dan body setinggi 30 rupiah. Hari berikutnya, candle hijau tebal muncul menembus Rp 4.450. BBRI kemudian melanjutkan tren kenaikan hingga mencapai Rp 4.750.

Ringkasan

  • Hammer adalah pola tunggal di dasar penurunan yang mengindikasikan potensi pembalikan arah naik.
  • Karakteristik utamanya adalah ekor bawah panjang (minimal 2x ukuran body) dan body kecil di bagian atas.
  • Inverted Hammer memiliki ekor atas panjang dan juga muncul di akhir tren penurunan.
  • Konfirmasi penutupan candle berikutnya diperlukan sebelum mengambil posisi transaksi.

Uji Pemahaman Singkat

1.Manakah ciri utama fisik dari pola candlestick Hammer yang valid?

2.Di manakah posisi munculnya pola Hammer yang memberikan arti pembalikan naik (bullish reversal)?