Kertas
3m

Apa itu Return?

Return adalah tingkat keuntungan atau kerugian yang dihasilkan dari suatu investasi dalam periode waktu tertentu.

Return adalah hasil finansial yang diperoleh dari penempatan modal pada instrumen investasi. Return dapat bernilai positif (keuntungan) maupun negatif (kerugian), dan umumnya dinyatakan dalam bentuk persentase tahunan dari total modal yang diinvestasikan.

Dua Komponen Utama Return

Return investasi saham terdiri dari dua sumber imbal hasil:

1. Capital Gain (Keuntungan Modal)

Kenaikan harga pasar instrumen investasi dibandingkan dengan harga saat pembelian. Jika harga jual lebih rendah dari harga beli, selisih tersebut disebut Capital Loss.

Capital Gain = Harga Jual - Harga Beli

2. Yield (Pendapatan Berkala)

Arus kas masuk yang diterima pemegang aset secara periodik tanpa perlu menjual aset utama. Pada saham, yield hadir dalam bentuk dividen. Pada obligasi, yield hadir dalam bentuk kupon bunga.

Rumus Kalkulasi Total Return

Total Return (%) = [ (Harga Akhir - Harga Awal) + Pendapatan Dividen ] / Harga Awal x 100%

Nominal Return vs Real Return

Penting untuk membedakan hasil keuntungan di atas kertas dengan kenaikan daya beli aktual:

  • Nominal Return: Persentase kenaikan angka modal tanpa memperhitungkan inflasi.
  • Real Return: Persentase kenaikan daya beli modal setelah dikurangi tingkat inflasi.

Real Return (%) = Nominal Return (%) - Tingkat Inflasi (%)

Simulasi Kalkulasi Real Return SahamKalkulasi Finansial BEI

Seseorang membeli saham emiten perbankan di BEI pada awal tahun senilai Rp 10.000.000:

  • Akhir Tahun: Harga saham naik menjadi Rp 10.800.000 (+8% Capital Gain).
  • Dividen: Menerima dividen tunai sebesar Rp 200.000 (+2% Dividend Yield).
  • Total Nominal Return: 8% + 2% = 10%.

Jika inflasi nasional pada tahun tersebut tercatat sebesar 3%: Real Return = 10% - 3% = 7%

Modal tidak hanya tumbuh secara angka nominal, tetapi daya belinya meningkat sebesar 7% secara riil.

Expected Return vs Realized Return

Dalam analisis investasi, terdapat perbedaan antara proyeksi dan hasil akhir:

  • Expected Return: Tingkat keuntungan yang diantisipasi berdasarkan analisis data historis, estimasi pertumbuhan laba perusahaan, atau proyeksi ekonomi.
  • Realized Return: Tingkat keuntungan atau kerugian aktual yang sudah terealisasi setelah posisi investasi ditutup atau dicairkan.

Kinerja Historis Tidak Menjamin Masa Depan

Catatan return historis suatu emiten di masa lalu digunakan sebagai bahan analisis, tetapi tidak menjadi garansi mutlak bahwa return serupa akan berulang pada tahun-tahun berikutnya.

Ringkasan

  • Return mencakup kombinasi perubahan harga modal (capital gain/loss) dan pendapatan berkala (dividen/kupon).
  • Total return dihitung dalam persentase terhadap modal awal.
  • Real return mengukur pertumbuhan daya beli modal setelah memperhitungkan laju inflasi.
  • Keputusan investasi rasional menimbang rasio antara expected return dan potensi risiko.

Uji Pemahaman Singkat

1.Seorang investor membeli saham di harga Rp 1.000 dan mendapat dividen Rp 50. Setelah satu tahun, saham dijual di harga Rp 1.100. Berapa Total Return nominalnya?

2.Jika investasi memberikan return nominal 9% per tahun dan inflasi tahunan tercatat 3.5%, berapa Real Return yang diperoleh?