Limit Order dalam Perdagangan Saham
Pengertian limit order, kendali kepastian harga, serta risiko order tidak terisi di pasar saham.
Limit Order adalah jenis instruksi pemesanan transaksi di mana investor menentukan secara spesifik batas harga maksimum yang bersedia dibayar untuk membeli, atau batas harga minimum yang bersedia diterima untuk menjual saham.
Karakteristik Limit Order
- Kepastian Harga (Price Certainty): Transaksi hanya akan dieksekusi pada harga limit yang ditentukan atau pada harga yang lebih menguntungkan.
- Menempati Antrian (Liquidity Provider): Jika harga limit yang dimasukkan belum cocok dengan antrian lawan, order akan mengantri (pending queue) di bursa.
Prinsip Eksekusi Limit Order
- Limit Order Beli: Hanya dieksekusi pada harga $\le$ Harga Limit Beli.
- Limit Order Jual: Hanya dieksekusi pada harga $\ge$ Harga Limit Jual.
Risiko Limit Order: Execution Risk
Kelemahan utama Limit Order adalah risiko transaksi tidak terisi (Unfilled Order). Jika pergerakan harga pasar tidak menyentuh atau tidak memakan antrian harga limit yang terpasang, order akan tetap menggantung tanpa pernah terealisasi.
Harga pasar saham XYZ saat ini: Bid Rp 1.500 | Offer Rp 1.510.
- Investor A (Limit Order Beli Rp 1.480): Order dimasukkan dan mengantri di kolom Bid Rp 1.480. Transaksi baru terjadi jika ada penjual yang bersedia Haki hingga harga menyentuh Rp 1.480.
- Jika harga saham XYZ langsung melesat naik ke Rp 1.600 tanpa pernah turun ke Rp 1.480, order Investor A tidak akan pernah terisi (unfilled).
Ringkasan
- Limit Order memberikan kendali penuh terhadap batas harga maksimum beli atau minimum jual.
- Berfungsi mencegah terjadinya kerugian akibat slippage harga.
- Memiliki risiko order tidak pernah tereksekusi jika pergerakan harga pasar melompati angka limit.
Uji Pemahaman Singkat
1.Apakah jaminan utama yang diperoleh investor saat menggunakan instruksi Limit Order Beli?
2.Apa risiko utama dari memasukkan transaksi dengan jenis Limit Order?