Market Order dalam Perdagangan Saham
Pengertian market order, keunggulan kecepatan eksekusi, serta risiko slippage pada transaksi saham di BEI.
Market Order adalah jenis instruksi pemesanan di mana pembeli atau penjual memerintahkan sistem bursa untuk langsung mengeksekusi transaksi pada harga terbaik yang tersedia saat itu juga di order book.
Keunggulan dan Karakteristik Market Order
- Jaminan Kecepatan Eksekusi (Execution Certainty): Transaksi diproses secara instan pada detik order diterima oleh mesin JATS.
- Tidak Mengantri: Order tidak menempati baris antrian (queue), melainkan langsung memakan antrian harga lawan (Liquidity Taker).
Risiko Slippage pada Market Order
Market Order menjamin kepastian kecepatan eksekusi, tetapi tidak menjamin harga pasti. Pada saham yang tidak likuid atau memiliki antrian tipis, menginput Market Order dalam jumlah lot besar dapat memicu pergeseran harga eksekusi (Slippage) yang signifikan.
Ilustrasi Cara Kerja Market Order
Papan Offer saham ABC saat ini:
- Rp 1.000: Tersedia 100 lot
- Rp 1.010: Tersedia 200 lot
- Rp 1.020: Tersedia 500 lot
Seorang trader memasukkan Market Order Beli sebanyak 400 lot:
- 100 lot pertama dieksekusi pada harga Rp 1.000.
- 200 lot berikutnya dieksekusi pada harga Rp 1.010.
- 100 lot sisa dieksekusi pada harga Rp 1.020.
Rata-rata harga eksekusi keseluruhan:
Harga Rata-Rata = [ (100 x 1.000) + (200 x 1.010) + (100 x 1.020) ] / 400 = Rp 1.010
Ringkasan
- Market Order mengutamakan kepastian eksekusi instan pada harga pasar saat itu.
- Digunakan saat trader membutuhkan kepastian mendapatkan atau melepas saham dengan cepat.
- Dapat memicu slippage harga jika jumlah lot yang diinput melebihi volume antrian di Top Offer/Bid.
Uji Pemahaman Singkat
1.Apakah prioritas utama yang dikejar oleh seorang investor saat menggunakan jenis instruksi Market Order?
2.Apa sebutan bagi kerugian selisih harga eksekusi akibat jumlah lot Market Order memakan beberapa fraksi harga sekaligus?