Mengukur Mesin Pencetak Uang (ROE)
Warren Buffett menganggap ROE sebagai rasio terpenting. Pelajari cara mengetahui apakah perusahaan efisien memutar modal Anda.
Jika Anda hanya diizinkan melihat satu angka rasio keuangan untuk menilai kualitas manajemen sebuah perusahaan, pilihlah Return on Equity (ROE).
Banyak miliarder dunia, termasuk Warren Buffett, menjadikan ROE sebagai filter penyaring pertama sebelum melirik rasio lainnya. Mengapa? Karena ROE secara gamblang menjawab pertanyaan paling esensial bagi setiap investor: "Seberapa pintar manajemen memutar uang modal yang saya titipkan menjadi keuntungan baru?"
Konsep Dasar ROE
Rumus ROE sangat lugas: Laba Bersih / Total Ekuitas (Modal) x 100%
Bayangkan Anda berinvestasi Rp 100 juta untuk membuka kedai kopi. Setelah berjalan setahun penuh, kedai kopi tersebut berhasil mencetak laba bersih Rp 15 juta. ROE kedai kopi Anda adalah: (15 juta / 100 juta) = 15%.
Angka 15% ini berarti setiap Rp 1.000 modal yang tertanam di bisnis tersebut mampu memproduksi keuntungan sebesar Rp 150 setiap tahunnya. Semakin tinggi angka ROE, semakin efisien dan hebat mesin pencetak uang perusahaan tersebut.
Berapa Angka ROE yang Bagus?
Di bursa saham, standar emas (golden standard) yang diincar oleh para value investor tangguh adalah perusahaan yang mampu mencetak ROE di atas 15% secara konsisten selama lebih dari lima tahun berturut-turut.
Konsistensi adalah kuncinya. Banyak perusahaan bisa mencetak ROE 30% tahun ini karena baru saja menjual pabrik tuanya (untung dadakan), lalu tahun depan ROE-nya anjlok menjadi 5%. Perusahaan berfundamental hebat (seperti perbankan besar di BEI) mampu menjaga ROE-nya stabil di kisaran 15-20% menembus berbagai siklus krisis ekonomi.
Perhatian
Waspadai ROE yang terlalu tinggi (misalnya 70% atau 100%). Angka ajaib seperti itu biasanya terjadi karena dua alasan berbahaya: perusahaan mencetak laba dari kejadian luar biasa satu kali, atau perusahaan memiliki tumpukan utang yang sangat raksasa sehingga modal murninya (pembagi) mengecil secara ekstrem.
Menggabungkan PBV dan ROE
Harga wajar sebuah saham tidak bisa hanya dilihat dari PBV saja. Anda harus membandingkannya dengan kualitas mesin (ROE).
Membeli saham ber-PBV 0.5x tapi ROE-nya hanya 2% ibarat membeli mobil rongsok dengan harga sangat murah. Anda tidak akan pernah sampai ke tujuan. Sebaliknya, membeli saham perbankan kuat ber-PBV 2.5x tapi konsisten mencetak ROE 20% ibarat membeli mesin Ferrari dengan harga yang agak premium. Uang Anda akan bekerja jauh lebih cepat.
Itulah mengapa investor rasional bersedia membayar saham BBCA di PBV 4x atau 5x; karena mesin cetak labanya (ROE) berjalan sangat konsisten di atas 18% dari tahun ke tahun.
Ringkasan
- ROE mengukur persentase laba bersih yang dihasilkan dari murni modal pemegang saham (Ekuitas).
- Semakin tinggi ROE, semakin efisien manajemen memutar modal investor.
- Carilah perusahaan yang ROE-nya stabil di atas 15% selama bertahun-tahun (bukan lonjakan satu tahun).
- PBV mahal sangat bisa dimaklumi jika perusahaan tersebut mencetak ROE yang konsisten tinggi.
Uji Pemahaman Singkat
1.Mengapa Anda harus berhati-hati saat melihat perusahaan yang tiba-tiba melaporkan lonjakan ROE hingga 80% dalam satu kuartal secara tidak wajar?