Mengenal Aggressive Order (Liquidity Taker)
Pengertian aggressive order, peran sebagai penggerak harga (Price Driver), dan tindakan Haka/Haki di bursa.
Aggressive Order adalah jenis instruksi transaksi di mana pembeli atau penjual secara aktif memakan antrian harga lawan yang tersedia di order book (melalui tindakan Haka di kolom Offer atau Haki di kolom Bid) untuk memperoleh kepastian eksekusi instan.
Peran Aggressive Order sebagai Price Driver
Berbeda dengan Passive Order yang hanya mengantri, Aggressive Order bertindak sebagai penggerak utama perubahan harga pasar (Price Driver):
- Aggressive Buyer (Haka): Mengambil saham di kolom Offer, mengikis ketersediaan barang dan mendongkrak harga pasar ke atas.
- Aggressive Seller (Haki): Menjual saham langsung ke kolom Bid, mengikis bantalan pembeli dan mendorong harga pasar ke bawah.
Aggressive Order sebagai Liquidity Taker
Pelaku pasar yang memasang Aggressive Order disebut sebagai Liquidity Taker karena mereka menyedot dan menghabiskan stok likuiditas yang telah disediakan oleh para Liquidity Provider.
- Kondisi Awal: Bid Rp 2.000 (10.000 lot) | Offer Rp 2.010 (2.000 lot).
- Aksi Aggressive Buyer: Memasukkan Market Order Beli 5.000 lot (Haka).
- Dampak: 2.000 lot di Rp 2.010 lunas terserap, dan sisa 3.000 lot memakan Offer Rp 2.020.
- Hasil: Harga transaksi saham berhasil terdorong naik dari Rp 2.010 ke Rp 2.020 dalam hitungan detik.
Ringkasan
- Aggressive Order melakukan Haka atau Haki untuk transaksi instan tanpa mengantri.
- Bertindak sebagai Liquidity Taker yang menyerap stok likuiditas di order book.
- Merupakan kekuatan utama penggerak naik atau turunnya harga saham di bursa.
Uji Pemahaman Singkat
1.Apakah peran mendasar dari tindakan Aggressive Order dalam dinamika pergerakan harga di bursa saham?
2.Mengapa pelaku pasar yang memasang Aggressive Order dikategorikan sebagai 'Liquidity Taker'?