Kertas
2m

Mengenal Passive Order (Liquidity Provider)

Pengertian passive order, peran sebagai pembuat likuiditas pasar (Liquidity Provider), dan karakteristik antri harga.

Passive Order adalah instruksi pemesanan transaksi di mana investor memilih untuk mengantri di papan order book (baik di sisi Bid maupun Offer) dan bersedia menunggu sampai transaksi lawan mendatangi harga antrian tersebut.

Peran Passive Order sebagai Liquidity Provider

Pelaku pasar yang memasang Passive Order bertindak sebagai Liquidity Provider (Penyedia Likuiditas) bagi ekosistem pasar bursa:

  • Passive Buyer: Memasang antrian di kolom Bid, menyediakan likuiditas bagi penjual yang ingin mencairkan sahamnya.
  • Passive Seller: Memasang antrian di kolom Offer, menyediakan likuiditas bagi pembeli yang ingin memperoleh saham.

Ciri Utama Passive Order

Passive Order tidak pernah mendorong kenaikan atau penurunan harga pasar secara langsung, melainkan membentuk tembok ketebalan antrian yang menopang atau menahan pergerakan harga.

Simulasi Eksekusi Passive OrderOrder Book Sekuritas
  • Trader A (Passive Buyer): Memasang Limit Order Beli 100 lot di harga Rp 1.500. Order mengantri di Bid Rp 1.500.
  • Transaksi Trader A baru akan terisi (matched) apabila ada penjual lain (Aggressive Seller) yang melakukan Haki ke harga Rp 1.500.
  • Trader A berhasil mendapatkan saham tanpa membayar biaya spread (membeli di harga Bid).

Ringkasan

  • Passive Order adalah order mengantri di kolom Bid atau Offer yang menunggu dieksekusi oleh lawan transaksi.
  • Bertindak sebagai Liquidity Provider yang membangun ketebalan papan order book.
  • Membantu investor memperoleh harga transaksi yang lebih efisien tanpa memakan margin spread.

Uji Pemahaman Singkat

1.Apakah peran utama dari pelaku pasar yang memasang Passive Order di papan order book?

2.Apakah dampak langsung dari penambahan Passive Order Beli terhadap pergerakan harga pasar?